Recent Posts

Saturday, 3 September 2016

Harga Gas di Cina Yang Impor dari Indonesia Ternaya Lebih Murah

Berita Islam 24H - Pemerintah Jokowi-JK masih merumuskan harga gas industri di Indonesia yang saat ini mencapai USD 8 Million Metric British Thermal Unit (MMbtu). Harga tersebut jauh lebih mahal dibanding Singapura yang hanya berada di kisaran USD 4 per MMbtu.

Selisih harga yang mencapai 2 kali lipat tersebut dikeluhkan oleh para pelaku industri. Sebab, sebagai negara yang mengekspor sebagian hasil gasnya ke Singapura, Indonesia tidak seharusnya memberi tarif dalam negeri yang jauh lebih mahal.

Tidak hanya Singapura, negara tetangga lainnya seperti Malaysia hanya menjual harga gas untuk industri sebesar USD 4,47 per MMbtu, Filipina USD 5,43 per MMbtu dan Vietnam USD 7,5 per MMbtu.

Ahok Disebut Cetak Sejarah Penggusuran Paling Brutal

Jum'at, 29 April 2016


Jakarta, CNN Indonesia -- Sepanjang tahun lalu, berdasarkan data Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, ada 113 kasus penggusuran paksa oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Penggusuran itu merugikan 8.315 kepala keluarga dan 600 unit usaha. Sebanyak 84 persen penggusuran dilakukan secara sepihak.

Itu belum termasuk penggusuran yang dilakukan sejak awal hingga menjelang tengah tahun ini. Merujuk pada data tersebut, sejarawan Betawi JJ Rizal menyebut Ahok sebagai Gubernur Jakarta yang paling sering menggusur warganya.

Proyek Kereta Cepat ‘Belum Jelas’; Mafia Tanah Sudah kuasai Tanah Rakyat

- Jum'at, 2 September 2016



Lingkarannews, Jakarta- Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sedang menunggu pencairan dana dari CDB (China Development Bank), namun para mafia tanah sudah mulai menguasai tanah warga yang terkena jalur kereta cepat tersebut

Tindakan para Mafia tanah tersebut berharap keuntungan atas proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, terutama wilayah di mana keberadaan stasiun kereta cepat berada. Mafia tanah memiliki orientasi bisnis bakal ramai ke depannya

Wilayah di Purwakarta, sejumlah tanah warga sudah ditawari harga bahkan sebagian besar sudah dibeli oleh para mafia tanah. Hal tersebut akan berdampak secara langsung pada kenaikan harga tanah yang termasuk wilayah jalur kereta cepat

PT Kereta Cepat Indonesia China akan berhadapan dengan para mafia untuk pembebasan lahan (namun ada yang mengatakan, mafia tersebut juga adalah ‘orang dalam’ proyek itu sendiri)

Berharap tawar menawar atas kenaikan harga tanah sesuai harga kenaikan harga yang ditetapkan para mafia, tentu akan berdampak pada anggaran pembebasan lahan. Itu terjadi karena terlalu lama nya proses pembebasan lahan yang dilakukan  sehingga dimanfaatkan para mafia tanah untuk bergerak memnguasai lahan yang ada

Adityawarman @aditnamasaya

Tautan: Lingkaran News

Tuesday, 11 November 2014

Rangkuman Pidato Joko Widodo pada Konferensi APEC 2014

Intinya Jokowi menawarkan sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah dan upah buruh yang murah untuk para investor asing dan aseng. Alibinya ya invstasi untuk pembangunan infrastruktur dan fabrikan. Padahal nantinya Indonesia hanya menyediakan barang mentah dan menjualnya kepada pengusaha asing yang buruhnya adalah orang Indonesia juga. Orang Indonesia nanti membayar layanan jalan tol, kereta api dan bandara kepada orang asing aseng. Bisa dikatakan negara dalam negara. Ironis.
 
pic: blogs.wsj.com
1. | Pembangunan Jalur Kereta Api

Kami ingin membangun jalur rel kereta api. Tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga di Sumatera, di pulau Kalimantan, di pulau Sulawesi dan di Papua. Oleh sebab itu kami membutuhkan investasi yang besar di dalam membangun jalur kereta api. Inilah kesempatan bagi bapak Ibu semuanya untuk berinvestasi di bidang ini.

2. | Pembangunan Bandara

Kami juga membutuhkan bandara karena sekian bandara yang ada di Indonesia landasan pacunya masih pendek, kemudian terminalnya juga masih kecil-kecil. Dan kami ingin 5 tahun ke mendatang, bandara yang ada semuanya diperluas dan yang belum, tentu saja dibangun. Jadi bidang ini juga merupaka peluang dan kesempatan bagi  bapak dan ibu. 

3. | Pembangunan Zona Industri derngan Upah Buruh Murah

Kami ingin membangun sebuah zona peindustrian, karena kami ingin industri kita berkembang lagi. Manufaktur di Indonesia juga berkembang lagi.

Bapak ibu bisa melihat, ya kita bandingkan saja, sekarang upah buruh di sini berapa. Di Indonesia berapa. Kalau saya ungkap di sini, pengusaha di sini bisa lari semuanya ke Indonesia, karena kami jauh lebih kompetitif. Oleh sebab itu saya kira pengusaha bisa menyampaikan betapa kita memiliki sebuah ruang kompetisi untuk membawa industri kita berkembang lagi, dunia manufaktur kita juga berkembang lagi.

Ini kesempatan kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia.

Thursday, 9 October 2014

Galeri Foto: Kericuhan Sidang DPR RI 2014 - 2019

Akan diedit kembali

foto: klik-kalamedia.com

Yulian Gunhar, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Sumatera Selatan II. Yulian naik sampai ke meja pimpinan sementara kemudian memijat dan mencium Utje Popong Djundjunan.










foto: metronews.com

foto: kaskus.co.id


Sunday, 3 August 2014

Menjajah Ekonomi Negeri Lain Bertopeng Globalisasi


Kolonialisme hanya menjadi cerita usang, mengenai kapal-kapal kayu dengan pelaut tangguh dari Eropa yang memburu sumber rempah-rempah. Enam abad kemudian kolonialisme gaya baru masuk dan menyelinap ke negeri kita tanpa disadari, lalu menguras kekayaan kita.

Percaya atau tidak, globalisasi selain membangkrutkan secara ekonomi, juga pangan. Empat puluhan tahun lalu, tepatnya 20 Januari 1949, pertama kali Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman, melontarkan kebijakan luar negerinya. Saat itulah dimulainya wacana pembangunan, sebagai harapan bagi dunia ketiga yang tercabik-cabik oleh perang dunia kedua.

Tuesday, 29 July 2014

Dari lebaran ke lebaran

Edit

Saturday, 8 March 2014

Pesan yang menyentuh: You can shine, Que Sera Sera & Just Do It!



Awal saat akan menulis ini, cukup sulit bagiku mencari judul yang pas. Sudah beberapa hari aku ingin memperbarui blog ini. Ketika akan menuangkan gagasan, semuanya hilang dalam sekejap setelah menonton beberapa video YouTube yang cukup bahkan sangat menyentuh. Bermula dari aku menemukan satu video YouTube di tagged.com, lalu spontan aku klik link-nya. Setelah itu, aku menemukan video lain yang sarat dengan makna.


You Can Shine
Anda dapat bersinar! Sebuah iklan sangat menyentuh yang menyampaikan pesan bahwa siapapun dapat bersinar. Memang tentu saja itu adalah maksudnya tentang tata rambut wanita yang terurai panjang dan bercahaya. Tetapi maksud di belakang itu tentu saja pencapaian sebuah cita-cita.








Kisah seorang gadis tuli dan bisu yang belajar bermain biola melawan segala rintangan. Ketika kecil, dia menyaksikan seorang pemain biola dalam pertunjukannya sebagai seorang pengamen. Setelah besar dan masuk sekolah, bocah cilik itu belajar biola. Banyak yang mencemoohkan terutama dari rivalnya.

Que Sera Sera

Inilah video YouTube yang aku temukan saat membuka akun di tagged.com. Saat menonton video ini, terus terang aku sempat menitikkan air mata. Bahkan anak-anak cacat pun memiliki banyak harapan, apalagi orang-orang yang normal.


Bagaimana lagu Que Sera Sera ini bisa menjadi inspirasi bagi Thailand Princess Mother’s Volunteer Foundation dan Thai insurance company untuk menjadi tema iklan yang menampilkan anak-anak cacat menyanyikan lagu tersebut (Qu Sera Sera)? Best Commercial Ever Que Sera Sera (Whatever Will Be Will Be)


Que Sera Sera - Lagu yang menjadi tema dalam iklan komersial di video itu benar-benar iklan yang begitu kuat dan bisa membuat menangis siapapun  yang menontonnya. Paling tidak membuat terdiam karena begitu menyentuh.







When I was just a little girl
I asked my mother what will I be
Will I be pretty will I be rich
Here's what she said to me

Que Sera Sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que Sera Sera
What will be will be

When I grew up and fell in love
I asked my sweetheart what lies ahead
Will we have rainbows day after day
Here's what my sweetheart said

Que Sera Sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que Sera Sera
What will be will be

Now I have children of my own
They ask their mother what will I be
Will I be handsome will I be rich
I tell them tenderly

Que Sera Sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que Sera Sera
What will be will be
Que Sera Sera


 Ketika aku hanyalah seorang gadis kecil
Aku bertanya pada ibuku, aku akan menjadi apa
Apakah aku kan menjadi cantik, menjadi menjadi kaya?
Inilah yang dia katakan padaku

Que Sera Sera
Apapun akan terjadi
Masa depan bukan milik kita untuk melihat
Que Sera Sera
Apa yang akan terjadi, terjadilah

Ketika aku tumbuh dewasa dan jatuh cinta
Aku bertanya kekasihku, apa yang ada di depan
Apakah kita memiliki hari demi hari dan pelangi
Inilah yang dikatakan kekasihku

Que Sera Sera
Apapun akan terjadi
Masa depan bukan milik kita untuk melihat
Que Sera Sera
Apa yang akan terjadi, terjadilah

Sekarang aku punya anak-anak
Mereka pun bertanya pada ibu mereka, akan menjadi apa
Apakah aku akan tampan dan kaya
Aku pun memberitahu mereka dengan mesra

Que Sera Sera
Apapun akan terjadi
Masa depan bukan milik kita untuk melihat
Que Sera Sera
Apapun akan terjadi
Que Sera Sera
 

Just Do It!

Hanya sepotong kalimat, tetapi telah membuat diriku begitu banyak berubah. Masa kecilku begitu bahagia. Hingga menginjak remaja dan dewasa, aku melalui jalan panjang tidak begitu rumit. Seakan jalan terbentang luas tanpa hambatan sedikitpun. Sudah terbayang di pelupuk mata bagaimana masa depanku yang begitu bersinar dan cemerlang, begitu anganku. Lalu bertahun kemudian, aku sempat tersandung. Selama bertahun-tahun pula aku sempat tenggelam dalam kekecewaan. Tidak sampai begitu putus asa memang. Aku melalui tahun demi tahun mengharapkan sebuah keajaiban, tetapi tidak kunjung datang.

Walau begitu, dalam kekecewaan, aku masih sempat melakukan sesuatu yang bermanfaat. Membaca buku, terlibat dalam kegiatan sosial dan masih punya harapan. Ternyata harapan itu bagai hanya sebuah harapan. Entah kapan harapan itu akan terwujud..

Bertahun-tahun kemudian pula, aku mendapat pesan "just do it!". Kerjakanlah apa yang bisa dikerjakan. Bertindaklah.. Selama sebelumnya ketika aku tenggelam dalam kekecewaan, aku menunggu perfect untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Ternyata itu keliru. Bertindaklah tanpa harus menunggu perfect karena perfect itu sendiri tidak akan ada atau datang begitu saja tanpa melakukan apa-apa.

Aku dapatkan pesan "just do it" itu via sms dari temanku yang juga seorang blogger.


13 Oktober 2012

Link Catatan Verry Kusral